Beranda | Artikel
Penyesalan Para Penyembah Berhala di Neraka Jahanam
16 jam lalu

Penyesalan Para Penyembah Berhala di Neraka Jahanam adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Al-Burhan Min Qashashil Qur’an. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. pada Senin, 15 Jumadil Awal 1448 H / 26 Oktober 2026 M.

Kajian Tentang Penyesalan Para Penyembah Berhala di Neraka Jahanam

Bahkan, sesembahan-sesembahan itu bersama para penyembahnya di dalam neraka Jahanam apabila mereka rela disembah. Sesembahan yang rela disembah akan masuk ke dalam neraka bersama orang-orang yang menyembahnya dan sama-sama diazab.

Hal ini berbeda dengan malaikat atau para nabi yang diibadahi tetapi mereka tidak pernah ridha atas penyembahan tersebut. Malaikat dan para nabi tidak ridha disembah, sehingga mereka tidak dimasukkan ke dalam neraka Jahanam. Siapa pun yang diibadahi dan ridha untuk disembah akan sama-sama masuk ke dalam neraka Jahanam, wal ‘iyadzubillah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَيَوْمَ يُنَادِيهِمْ فَيَقُولُ أَيْنَ شُرَكَائِيَ الَّذِينَ كُنتُمْ تَزْعُمُونَ ‎﴿٧٤﴾‏ وَنَزَعْنَا مِن كُلِّ أُمَّةٍ شَهِيدًا فَقُلْنَا هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ فَعَلِمُوا أَنَّ الْحَقَّ لِلَّهِ وَضَلَّ عَنْهُم مَّا كَانُوا يَفْتَرُونَ ‎﴿٧٥﴾‏ 

“Dan (ingatlah) pada hari (Allah) menyeru mereka, lalu Dia berfirman, ‘Di manakah sekutu-sekutu-Ku yang dulu kamu sangka?’ Dan Kami keluarkan dari setiap umat seorang saksi, lalu Kami katakan, ‘Tunjukkanlah bukti kebenaranmu!’ Maka mereka mengetahui bahwa kebenaran itu semata-mata milik Allah, dan lenyaplah apa yang dahulu mereka ada-adakan.” (QS. Al-Qasas [28]: 74-75)

Segala akidah kaum Muslim diambil dari Al-Qur’an serta hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, bukan bersumber dari khurafat ataupun tahayul.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam ayat yang lain:

وَاقْتَرَبَ الْوَعْدُ الْحَقُّ فَإِذَا هِيَ شَاخِصَةٌ أَبْصَارُ الَّذِينَ كَفَرُوا يَا وَيْلَنَا قَدْ كُنَّا فِي غَفْلَةٍ مِّنْ هَٰذَا بَلْ كُنَّا ظَالِمِينَ ‎﴿٩٧﴾‏ إِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ حَصَبُ جَهَنَّمَ أَنتُمْ لَهَا وَارِدُونَ ‎﴿٩٨﴾‏ لَوْ كَانَ هَٰؤُلَاءِ آلِهَةً مَّا وَرَدُوهَا ۖ وَكُلٌّ فِيهَا خَالِدُونَ ‎﴿٩٩﴾‏ لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَهُمْ فِيهَا لَا يَسْمَعُونَ ‎﴿١٠٠﴾

“Dan telah dekat janji yang benar (hari kebangkitan), maka tiba-tiba pandangan mata orang-orang kafir terbelalak. (Mereka berkata), ‘Alangkah celaka kami, kami benar-benar lalai tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zalim.’ Sesungguhnya kamu (orang-orang kafir) dan apa yang kamu sembah selain Allah adalah bahan bakar neraka Jahanam; kamu pasti masuk ke dalamnya. Seandainya berhala-berhala itu tuhan, tentulah mereka tidak akan masuk ke dalamnya, dan semuanya akan kekal di dalam neraka. Mereka di dalamnya merintih dan mereka di sana tidak dapat mendengar. Dan mereka sama sekali tidak dapat keluar darinya.” (QS. Al-Anbiya [21]: 97-100)

Ayat tersebut merupakan ancaman tegas bagi orang-orang yang mempersekutukan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tuhan-tuhan palsu yang disembah selain Allah beserta para penyembahnya akan menjadi bahan bakar neraka Jahanam dan kekal di dalamnya dalam rintihan serta penyesalan tanpa ujung.

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:

وَبُرِّزَتِ الْجَحِيمُ لِلْغَاوِينَ ‎﴿٩١﴾‏ وَقِيلَ لَهُمْ أَيْنَ مَا كُنتُمْ تَعْبُدُونَ ‎﴿٩٢﴾‏ مِن دُونِ اللَّهِ هَلْ يَنصُرُونَكُمْ أَوْ يَنتَصِرُونَ ‎﴿٩٣﴾‏ فَكُبْكِبُوا فِيهَا هُمْ وَالْغَاوُونَ ‎﴿٩٤﴾‏ وَجُنُودُ إِبْلِيسَ أَجْمَعُونَ ‎﴿٩٥﴾‏ قَالُوا وَهُمْ فِيهَا يَخْتَصِمُونَ ‎﴿٩٦﴾‏ تَاللَّهِ إِن كُنَّا لَفِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ ‎﴿٩٧﴾‏ إِذْ نُسَوِّيكُم بِرَبِّ الْعَالَمِينَ ‎﴿٩٨﴾‏ وَمَا أَضَلَّنَا إِلَّا الْمُجْرِمُونَ ‎﴿٩٩﴾‏ فَمَا لَنَا مِن شَافِعِينَ ‎﴿١٠٠﴾‏ وَلَا صَدِيقٍ حَمِيمٍ ‎﴿١٠١﴾

“Dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahanam kepada orang-orang yang sesat, dan dikatakan kepada mereka, ‘Di manakah berhala-berhala yang dahulu kamu sembah selain Allah? Apakah mereka dapat menolong kamu atau menolong diri mereka sendiri?’ Maka mereka dijungkirbalikkan ke dalam neraka bersama orang-orang yang sesat, dan bala tentara iblis semuanya. Mereka berkata sedang mereka bertengkar di dalam neraka, ‘Demi Allah, sungguh kita dahulu dalam kesesatan yang nyata, karena kita mempersamakan kamu dengan Tuhan seluruh alam. Dan tidak ada yang menyesatkan kami kecuali orang-orang yang berdosa. Maka kami tidak mempunyai pemberi syafaat seorang pun, dan tidak pula mempunyai teman yang akrab.`” (QS. Ash-Shu’ara [26]: 91-101)

Pengakuan tersebut menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki kawan yang akrab. Kawan karib pun tidak ada. Oleh karena itu, hendaknya mencari sahabat yang saleh dan salehah, yaitu yang baik, rajin beribadah, meskipun mungkin hidup dalam kesederhanaan. Ketika seseorang memiliki tauhid yang lurus, manhaj yang lurus, akhlak serta ibadah yang masya Allah, maka ia layak dijadikan kawan.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ

“Teman-teman akrab pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa.” (QS. Az-Zukhruf [43]: 67)

Orang-orang yang bertakwa memiliki pertemanan yang kekal hingga hari kiamat, sebagaimana yang Allah Subhanahu wa Ta’ala sebutkan sendiri. Sebaliknya, orang-orang yang tidak bertakwa dan para pendosa akan saling bertengkar di akhirat serta dijungkirbalikkan semuanya ke dalam neraka, wal ‘iyadzubillah.

Sebagian orang yang taat terkadang merasa sepi dalam menempuh jalannya. Namun, tidak perlu khawatir karena orang yang taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam akan memiliki kawan-kawan yang baik. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا

“Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul (Muhammad), maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, yaitu para nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (QS. An-Nisa [4]: 69)

Meskipun golongan para nabi, orang yang jujur, syuhada, dan orang-orang saleh tampak sedikit jika dilihat secara terpisah, apabila digabungkan mereka adalah golongan yang besar. Ketika seseorang merasa sepi dalam meniti jalan yang lurus tanpa belok ke kanan maupun ke kiri, ia senantiasa memohon jalan yang lurus kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sesungguhnya Rabbmu Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.

Orang-orang yang menyembah selain Allah Subhanahu wa Ta’ala mengakui keadaan mereka ketika berada di dalam neraka Jahanam bahwa mereka dahulu tidak memiliki akal sehat. Hal ini diabadikan dalam Al-Qur’an:

وَلِلَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ ‎﴿٦﴾‏ إِذَا أُلْقُوا فِيهَا سَمِعُوا لَهَا شَهِيقًا وَهِيَ تَفُورُ ‎﴿٧﴾

“Dan orang-orang yang ingkar kepada Rabbnya akan mendapat azab Jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya, mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedangkan neraka itu membara.” (QS. Al-Mulk [67]: 6-7)

Ketika orang-orang kafir dilemparkan ke dalam neraka Jahanam dengan bahasa ulqu (dilemparkan), mereka mendengar suara yang sangat mengerikan saat neraka itu membara. Neraka Jahanam benar-benar memiliki suara yang amat mengerikan, dan hal ini telah diingatkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai akhir dari kehidupan orang-orang yang ingkar.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download dan simak mp3 yang penuh manfaat ini.

Download MP3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian “Penyesalan Para Penyembah Berhala di Neraka Jahanam” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv


Artikel asli: https://www.radiorodja.com/56667-penyesalan-para-penyembah-berhala-di-neraka-jahanam/